Jumat, 24 Februari 2012

"what do mean by the word HE??"


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Ia. Dua kata yang berjejer, berbaris rapi. Memiliki arti singkat. Bahkan, meski tubuh ini sudah terlalu gontai untuk terus mengikutinya… ia..ia..ia, terus menjadi jajakan langkah, tumpukan rona wajah yang tersusun dengan rapat dalam setiap molekul di otakku.
Aneh memang, bagaikan menjangkau ranah yang mengalir deras dalam setiap imajinasiku. Tapi, mungkin inilah takdir. Pernah diri ini meluruh dalam bimbang menjadi orang tak dikenal ketika sesuatu itu datang secara tiba-tiba. Mungkin kalian semua juga ikut bimbang ketika membaca artikel yang satu ini. Karena memang, aku berusaha membuatnya tidak mudah dicerna agar orang-orang yang menjadi inspirasi dalam kehidupan Anye ini tidak tergelak dalam canda, tawa maupun terisak dalam tangisnya.
Sebenernya, ini adalah artikel dengan tema yang sama dengan illfeel..tapi mungkin di sini gue bakal njelasin lebih dalem tentang masalah ini. Tapi ga bisa juga kalo disebut sebagai lanjutan. Soalnya, emang beda aspek tapi temanya masih sama..okee.. whatever!! Let’s begin!!
***
                Let it flow!! Hingga saat ini, jiwaku belum dapat menerimanyaa.. Menerima sesuatu yang sebenarnya memang fitrah setiap manusia. Bukan karena benci..bukan!! Semua ini kembali kepada jiwaku yang merasa belum siap untuk itu semua. Mungkin kalian menganggapku sebagai pecundang yang tak mampu mengetahui, merawat, nguri-uri atau apapun yang dapat menggambarkan ini semua. Iri. Jujur, rasa iri itu pernah merasuk ke dalam relung terdalam. Namun, seolah hanya lintasan udara yang berlalulintas, selalu kutepis rasa-rasa tak terdefinisikan itu. Iya. Semua karena mereka, teman, sahabat bahkan keluarga yang notabenenya sudah menanggapi rasa itu menjadi ikatan atau relationship. Okay..what’s going on actually, dude? Aku juga tidak tau menau, kenapa artikel ini bertemakan sesuatu yang sangat amat kuhindari untuk dijadikan sebagai topik perbincangan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, sekali lagi aku manusia biasa.. Apalagi dengan segala topengku yang membuatku hampir tidak mengenali diri sendiri. Oleh karena itu, kuciptakan blog ini untuk menampung segala tumpukan-tumpukan sampah dalam celah logika dan perasaan dari jiwa ini. Agar aku masih dapat terus memahami siapa diri ini sebenarnya. Sebelum aku benar-benar melupakan, siapa peran yang sedang  kumainkan??
***
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

0 komentar:

Posting Komentar