Sangsi. Makin ragu akan apa yang ada. Ia ada di sini. Di lubuk hati. (hehe, sok puitis bo! :p)
Tapi jujur sembari menekan-nekan tuts-tuts keyboard ini, aku masih belum bisa keluar dari angan yang kian membuncah. Ia selalu mengingatkanku pada berbagai macam hal, termasuk yang satu ini. Benar. Hal ini belum pernah diungkapkan oleh mulut cablak ini. Karena sekali lagi, ia tak tau kepada siapa ia mencurahkan isi hati. Alhasil, jadilah rekaan teks ini yang tentunya berharga (buat gue), walau hanya untuk sebagian orang saja (semoga aja banyak..amin)..
Aku bukanlah seorang pujangga yang dapat melukiskan kata-kata bagai kamus berjalan, yang siap menempatkan permata di tengah bongkahan batu kali. Entah apa..bagaimana ku memulainya..Baik, aku senang membuat orang salah atau berprasangka buruk kepadaku. Ralat : bukan senang tapi sering. Sebenarnya kebiasaan ini kuterapkan untuk memilah-milah teman maupun sahabat, terutama sahabat cowo. Oke, percaya atau tidak, hingga saat ini, aku belum pernah menjalani hubungan yang teman-teman sebut sebagai ‘pacaran’. NEVER or may be NOT YET. Sebenarnya, rasa yang kalian sebut sebagai alas an untuk menjalani hubungan terikat itu sudah sering kualami, meskipun hingga kini aku tidak dapat membedakan apakah itu ia, atau hanya rasa kagum semata. Jadi, bayangkan saja jika aku selalu menanggapi rasa itu dengan menaunginya di bawah ‘status-terikat’, sudah pasti berkali-kali aku sudah ber-‘pacaran’.
Sayang seribu sayang..nuraniku..ia tak dapat kubohongi..namun, sementara ini ia terkalahkan oleh intuisiku yang berkutat dengan logika, sehingga menjadikannya sebagai insting hebat dari seorang manusia (cewe). Oke..sebelumnya mari kita buat nama. Untuk cowo, kita sebut sebagai CO dan untuk cewe, kita sebut sebagai CE. Saat rasa itu datang di hati seorang ce disertai respon yang baik oleh si co, biasanya seorang ce akan merespon dengan baik terhadap perhatian si co. Namun, itu berbeda denganku. Ketika ‘jujur’ ada co yang gue suka dan co itu mencurahkan perhatian-awalnya, bukannya berjingkat-jingkat ria hingga langit ke 7 seperti yang kualami tadi pagi ketika bisa berangkat lebih awal ke sekolah, justru rasa takut (baca:khawatir) menyergap jiwa yang dirasa belum punya cengkraman iman yang kuat. Itu bisa kutahbiskan sebagai salah-satu faktor SINGLEnya aku hingga saat ini.
Jadi, ketika ada seorang co berusaha pe de ka te , apa yang kulakukan berbeda jauh dengan ce-ce lain,
‘belum saatnya..’ pikirku selalu begitu, meski sesungguhnya aku tau jika ada rasa untuk mereka (soalnya lebih dari 1, hehe). Sehingga, selalu kujauhi co-co yang mendekatiku, sekalipun aku menyukai mereka. Tapi, jangan salah sangka..untuk co-co yang selalu kubalas sms ataupun bentuk perhatian lain, semata-mata itu karena aku sudah menganggap kalian sebagai sahabat. Jadi, kalian lebih berharga lho dari seorang ‘pacar’. Pun, seandainya mereka tidak menggubrisku yang berusaha menjaga jarak dengan mereka, sehingga mereka tetap memberikan segenap ke ‘care’ annya. The last weapon adalah membuat mereka illfeel. Segala cara bisa gue jalankan ketika sudah memasuki misi ini. Mulai dari teriak-teriak di depan mereka, melakukan segala-sesuatu yang bisa membuat ilang filing.
Sejauh ini, senjata illfeel maker selalu berhasil. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka ‘illfeel’ in dariku tidak ada yang sepenuhnya sebuah realitas, karena mungkin kebanyakan 100% acting :p. Namun, hal ini berlanjut, hingga membuat sebagian teman ce dan co ku pun menganggapku demikian. Namun, aku percaya, bahwa orang yang benar-benar percaya padaku tidak mungkin terbohongi oleh that such a crazy thing. Once again MAY BE!
So, alhasil nyampe saat ini gue pastiin belum ada orang (mungkin) yang tau saya luar dalam selain orang tua yang telah membesarkan saya!!
Dan siapa bisa menjadi the 1st people who can read all of my character whatever inside or outside…I will guarantee, u will be my best friend ever! :DD
-gaje banget-
0 komentar:
Posting Komentar