Jumat, 24 Februari 2012

:p nanana :)

Assalam.


*****


Muak. Ingin rasanya selalu menyediakan seonggok wadah sebagai alas untuk memuntahkan ini semua. Ini tak tergambarkan dalam penggambaran apapun dengan majas apapun juga. NOTHING! Just that, this is a very real feeling but why couldn’t I express this. I need something. But, I don’t know what’s that?


Ia yang tiba-tiba datang..pun juga tiba-tiba pergi. Andai orang-orang yang kumaksud-i membaca kisah-kisah sederhana Anye ini. Apakah kalian akan memahami bahwa tokoh-tokoh ini adalah kalian hai teman-temanku?


Sebenarnya, angin itu telah datang kembali. Setelah ia sudah ditegarkan kembali oleh kokohnya ranting, kuatnya batang dan dinginnya pohon, angin itu kembali datang. Hampir saja ia meruntuhkanku. Kata Tere-Liye, daun yang jatuh tak akan pernah membenci angin, dan mungkin itu benar bagiku. Aku tidak tahu persisnya kapan, kembalinya angin itu meniupkan bisikan lirih untuk menggugurkan daunku. Lebih tepatnya, setiap kunjungan angin itu, aku tidak pernah tahu kapan ia datang. Namun, aku selalu tau kapan ia pergi. Dan anehnya, walau ku tau ia datang dengan tujuan pokok untuk menggoyahkanku atau bahkan dengan peruntungan untuk segera menggugurkanku, lemah jatuh menuju tanah, terurai organism, menjadi tanah, dalam bagiannya yang disebut humus or whatever u named it. But, the most important thing is I never know what’s the main thing, the only a thing of his purpose, sehingga ia selalu membayang-bayangiku setiap ia hampir musnah dari angan ini.


            But, that’s enough for the ‘penggalauan’ because no benefit I got from this thing if it always stays in my mind. NO EVER!!


Jadi, inilah yang aku putuskan, semoga ini keputusan yang terbaik dalam SEMI-akhir kisah tentang daun yang jatuh tak pernah membenci angin, walau dalam kisahku sebenarnya aku adalah sebatang pohon..but, I’ve said that everything could be compared with any other things suitable with ur mind..OMG! Lunatic! :P yeah..I’ve known..


Well, lega rasanya. Siang itu, molekul-molekul yang tak terdefinisikan itu bisa juga ku muntahkan dengan adanya sahabat-sahabatku. Mereka mau menampung semua ini. Meskipun, kecerdikan juga masih harus kulancarkan dalam memilih mereka yang kuberi dongeng ini. Tentu..aku tidak mau membuat kesalahan yang sama dengan menjadikannya menjadi sahabat yang salah. Tak akan! J Solusi dari mereka tidak ku dapatkan memang, tapi minimal mereka adalah ranting-ranting yang baik, dahan-dahan yang kuat, yang dapat menopangku untuk tidak mudah jatuh, meski besarnya beliung sebenarnya cukup dapat menggugurkanku (jika tak ada mereka). Namun, satu kesimpulan yang aku dapatkan, angin-angin, ataupun bencana lain yang siap membuatku gugur…aku tidak akan pernah tau kapan mereka berhenti menggangguku, atau justru aku yang mengganggu mereka.. hanya satu yang bisa menjawab… It’s time, ia adalah WAKTU.


*****


Wassalam.










What kind of thing is this??

Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Assalamu’alaikum Wr. Wb
          Aroma wangi. Padahal, tak ada yang mengenakan parfum saat ini. Tepatnya saat aku mulai menjejalkan tumpuk demi tumpuk kata-kata tak terarah untuk menyusun sebuah artikel saja, aroma wangi itu kian menjalar ke setiap bagian tubuhku. Hingga aku merasa bebal karenanya. Bahkan saat ini juga, aku merasakan perasaan yang tak dapat tergambarkan oleh dahsyatnya personifikasi, hiperbola, ironi atau bahkan litotes. Aneh!
          Saat diam berujar dengan keras. Linangan air mata tulus itu jatuh dengan sendirinya. Lebih tepatnya dalam sebuah ruangan yang luas jika kau buka pada dinding yang sangaat halus, jika kau raba dan rawat dengan baik. Aku merasakan betapa besarnya energi yang aku dapatkan hari ini, kawan? Hebatnya, aku tak tau sejak kapan aku memiliki energi seperti ini. Yang aku ingat memang beberapa waktu yang lalu, semangat menggebu-nggebu sempat tumbuh dengan cepat. Namun, ia dengan cepat pula sirna. Dan kini, aku merasakan yang lebih dari itu. Lebih lebih lebih. Semoga ia bertahan lebih lama. Everafter. Eternal. Aamiin.
          Baru saja kutunaikan ibadahku sebagai seorang muslim dengan mengerjakan sholat dan tadarus al-qur’an setelah libur beberapa hari. Belum sempurna. Meski akupun tau, nothing is perfect, tetap saja aku merasakan jauh di bawah sempurna bawahnya lagi lebih jauh, yang membuatku semakin banyak menjatuhkan linangan air mata saat menunaikan sholat tadi. Rasa bersalah, menduakan-Nya dengan manusia. Harapan yang harus segera tersampaikan, aku ingin membuatnya bagai bisnis yang tak terelakkan, tak tergantikan dan tentu saja tak terhapuskan karena selalu ada dalam setiap langkah, gerak, tindakan, segala aspek yang ada dalam hidupku. Mungkin ada dari kalian yang mengira bahwa tulisan ini terlalu berlebihan atau apapun itu. Tapi, jujur helaan nafas, helaan udara, semua ini sudah terbiasa aku temui dalam sunyi, dalam gelap,dalam terang..semua adalah biasa, tapi tidak dalam waktu ini..aku merasakan betapa berharganya apa yang telah dianugerahkan-Nya. Namun, apa yang aku lakukan???
Tidak ada yang dapat mewakili besarnya dosa-dosa dari hal-hal yang telah aku perbuat  dengan minimnya hal-hal baik yang telah aku lakukan. Akankah selaput mataku ini suatu saat nanti dapat melihatnya indahnya surga?? Bagiku ini mimpi terbesar saat ini, yang aku pikir masih terlalu jauh untuk dipikirkan dengan gunung dosa yang ada, MEMPERBAIKI. Iya. Menyetel ulang. Itulah solusi terbaik saat ini.

"what do mean by the word HE??"


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Ia. Dua kata yang berjejer, berbaris rapi. Memiliki arti singkat. Bahkan, meski tubuh ini sudah terlalu gontai untuk terus mengikutinya… ia..ia..ia, terus menjadi jajakan langkah, tumpukan rona wajah yang tersusun dengan rapat dalam setiap molekul di otakku.
Aneh memang, bagaikan menjangkau ranah yang mengalir deras dalam setiap imajinasiku. Tapi, mungkin inilah takdir. Pernah diri ini meluruh dalam bimbang menjadi orang tak dikenal ketika sesuatu itu datang secara tiba-tiba. Mungkin kalian semua juga ikut bimbang ketika membaca artikel yang satu ini. Karena memang, aku berusaha membuatnya tidak mudah dicerna agar orang-orang yang menjadi inspirasi dalam kehidupan Anye ini tidak tergelak dalam canda, tawa maupun terisak dalam tangisnya.
Sebenernya, ini adalah artikel dengan tema yang sama dengan illfeel..tapi mungkin di sini gue bakal njelasin lebih dalem tentang masalah ini. Tapi ga bisa juga kalo disebut sebagai lanjutan. Soalnya, emang beda aspek tapi temanya masih sama..okee.. whatever!! Let’s begin!!
***
                Let it flow!! Hingga saat ini, jiwaku belum dapat menerimanyaa.. Menerima sesuatu yang sebenarnya memang fitrah setiap manusia. Bukan karena benci..bukan!! Semua ini kembali kepada jiwaku yang merasa belum siap untuk itu semua. Mungkin kalian menganggapku sebagai pecundang yang tak mampu mengetahui, merawat, nguri-uri atau apapun yang dapat menggambarkan ini semua. Iri. Jujur, rasa iri itu pernah merasuk ke dalam relung terdalam. Namun, seolah hanya lintasan udara yang berlalulintas, selalu kutepis rasa-rasa tak terdefinisikan itu. Iya. Semua karena mereka, teman, sahabat bahkan keluarga yang notabenenya sudah menanggapi rasa itu menjadi ikatan atau relationship. Okay..what’s going on actually, dude? Aku juga tidak tau menau, kenapa artikel ini bertemakan sesuatu yang sangat amat kuhindari untuk dijadikan sebagai topik perbincangan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, sekali lagi aku manusia biasa.. Apalagi dengan segala topengku yang membuatku hampir tidak mengenali diri sendiri. Oleh karena itu, kuciptakan blog ini untuk menampung segala tumpukan-tumpukan sampah dalam celah logika dan perasaan dari jiwa ini. Agar aku masih dapat terus memahami siapa diri ini sebenarnya. Sebelum aku benar-benar melupakan, siapa peran yang sedang  kumainkan??
***
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Senin, 30 Januari 2012

(part III) "...itu bukan manipulasi.."


Assalamu'alaikum Wr. Wb
Nah, ini part terakhirnyaaa... 

 Kalo yang masalah ini, sebenernya ga gimana banget si. Soalnya, as all you’ve known that I’m not sensitive or in Indonesian word we called it as ‘cuek’. Yaaabisa dibilang gue emang cuek banget. Selain alasan-alasan di atas, sebenernya masih ada beberapa hal yang ngebuat gue jadi sangat amaaaaaaaat cuek, tapi akan diceritakan di artikel selanjutnya, ingetin aja yaaa.. :D
Okee..berkaitan dengan masalah ini..yaitu manipulatifbener banget, pernah ada orang yang ngomong kalo gue tu manipulative.. jujur gue ga marah sama sekali, paling kaget doangg..terus dulu gue ga tau apa itu manipulative. Jadi, dengan bangganya gue tanya ama orang itu..sebenernya apa sih arti manipulatif? Temen gue itupun njelasin ngalor ngidul, abis itu baru gue mudeng deng deng deng ..
     Intinya manipulatif sih adalah inti dari permasalahan yang kedua ini. Terkadang, orang yang pinter, berbakat or anyone that u can trust can be better than u in some business, dianggap sebagai orang yang manipulatif..padahal ga semua orang kea gitu..dan gue ga pernah ngerasa kalo terkadang gue itu manipulatif.
Misalnya..orang nganggep gue bisa bahasa inggris..terus dalam pelajaran banyak yaa orang yang tanya ke gue tentang soal-soal gitu..kalo gue mudeng ya gue jawab..tapi karena seringnya gue ga mudeng ya ga gue jawab..bukan apa-apa..sebenernya..oke, kalo temen-temen gue nganggep gue bisa bahasa inggris, tapi itu cuman di speaking-nyaa..kalo masalah teori –meneorikan .. I give up! \(*.*)/
Beneran dehkalo masalah kenapa kalo ulangan teori, nilai gue selalu di atas KKM..itu bukan karena gue apal rumus dan teori..itu semata-mata cuman karena feel, kayak insting gitu..
Makanya..kalo gue bener dalam sebuah soal, terus temen-temen gue ada yang salah dan tanya ke gue, kenapa jawabannya bisa itu? Dan gue jawab “ga tau we..” , itu bukan berarti gue manipulatif tapi emang gue ga tau dan ga bisa njelasin..okeee?? J kenapa bisa gini?? Hehe..sebenernya ini karena gue ama beberapa temen sekelas gue di SMP itu emang dilatih untuk ngomong bukan teori yang ditebelin imannya tapi ngomongnya biar tidak mengenal tedeng aling-aling :p
Begitulahhhh. Mohon maaf apabila ada kesalahan perkataan maupun perbuatan. Thanks.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

(part II) "..itu bukan manipulasi.."

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Nah, relasinya ama gue dari artikel sebelumnya yaitu :

1. Jujur aja gue sering berusaha njaga hati temen2 gue yang notabene-nya cewek, tau kan mereka atau malah mungkin gue sebagai cewek dalam fitrahnya emang sensitif kali yaa..bahkan temen-temen co gue pada bilang kalo cewek ga sensi/pake perasaan, perlu dipertanyakan tuh kecewek-an nya.. (asemik!)
Nah, dulu gue emang layaknya masa kecil cewek-cewek jaman sekarang (ini adalah pandangan gue pribadi, jadi ga tau juga kalo ada yang punya pandangan berbeda), gue tu bisa dibilang sensitif lah, pokoknya I’m a girly girl or whatever you say..Tapi sekarang?? Boro-boro kali yaa..kayaknya ke-sensitif-an itu perlahan ilang, sebenernya ga sepenuhnya sih, tapi emang gue sendiri yang nutup2in itu semua hingga bisa dibilang gue agak ‘kebal’ dengan sindiran atau perkataan mereka2 yang menyayat hati. Oleh karena itu, bisa gue jamin, kalo mereka hanya mengenal Anye yang periang, gila, suka nyanyi2 ples ketawa2 sendiri. Mereka ga pernah tau kalo sebenernya itu semua hanya kamuflase gue aja, biar mereka ga akan pernah bisa menjamah celah terbesarpun dalam relung di jiwa gue ini. Walau sebenernya gue selalu berharap kalo mereka..suatu saat nantigue harap si secepatnya..ada yang bisa masuk, menelusurinya..sebagai sahabat gue yang tau luar dalem..tau kapan gue berkamuflase dan kapan engga..
     Ke-ngga sensitifan gue sebenernya dipacu oleh beberapa faktor, namun yang berkaitan dalam artikel ini adalah karena temen-temen gue yang dari dulu nganggep gue sebagai periang, tapi mereka juga ga pernah nyadar kalo gue juga manusia, apalagi cewek yang emang notabene-nya sensi..tapi parahnya mereka tetep aja ngomong apapun tanpa memperhitungkan apakah perkataan mereka itu bakal menyakiti hati orang lain atau tidak..
Okee..kalo mereka cowok, gue maklum, karena mereka ga se-sensi cewek + emang candaan mereka ga lucu yaa ..ehehe dan emang gue juga jarang banget tersakitin oleh perkataan cowok..(ecieee :P)
Tapi ini cewek, guys?? Sesama cewek, dan mereka ga pernah nyadar aja kalo andai aja gue yang ngomong kea gitu ke mereka, bisa gue pastiin mereka bakal jungkir balik naik turun tangga berderai air mata kali ye (lebay lu!)..tapi emang si..cuman setelah gue merhatiin mereka, ternyata yang mereka giniin tu cuman gue, mereka ama temen2 mereka yang lain ga pernah berani ngomong apa gitu di depan yang diomongin, mereka pasti ngomongin sesama cewek sembunyi2..
Emang si..salah satu tujuan gue bermuka periang terus menerus itu adalah agar semua temen2 gue ga pernah risi buat ngeluarin unek-unek mereka, tapi dengan catatan donggg..masih dalam norma yang berlaku..tapi apa boleh dikata, nasi terlanjur menjadi bubur..Oleh karena itu, sekarang gue ga terlalu mempermasalahkannya baik di luar maupun di dalem (read:berusaha)..semoga berhasil yaaa.. J) Soalnya..semua ini mungkin juga salah gue kan??
     Tapi hal ini menimbulkan dampak negatif ga cuman buat gue doang ..jadi agak ketar-ketir nih! Gimana engga? As you know, sekarang gue udah ga terlalu sensitif yang awalnya si sebenernya cuman biar kesakithatian gue tercover..tapi gara2 mereka yang selalu mengulang hal yang samaa..gue jadi kebalnya ke semua hal..hampir maksudnya..misalnya, karena terbiasa ama perkataan mereka yang emang sangat amaaaaaat blak2an am ague, gue juga ngomongnya blak2an ama merekatapi yaa, seperti kita ketahui mereka adalah mahluk yang bernama cewek, kebanyakan dari mereka hidup dalam kepura-puraan yang sangat menggelikan jika ditelusuri lebih dalam..jadi ya bisa dibayangin kalo tiba-tiba gue menghancurkan benteng ‘action’ yang udah mereka bangun dengan mengatakan hal-hal yang blak2an ke mereka. Selain itu, gue juga mau tandasin kalo gue ga suka ngomongi orang di belakang, jadi mending gue ngomong sekalian di depan merekatapi gue ga pernah ngrasa kalo perkataan gue lebih kasar dari apa yang selama ini sering mereka dengung-dengungkan di deket kuping gue..beneran deh !! tapi apa boleh buat..karena emang gue udah terbiasa dengan perkataan mereka jadi gue juga ga sensitif ama perkataan gue yang terkadang buat mereka sakit hati..
So, kadang gue bingung sendiri kenapa tiba-tiba temen-temen gue marah ama gue..tapi ada dampak positifnya juga si buat gue..dengan kekebalan ini, gue jadi kebal ama segala macam sindiran, yang kea angin lalu aja gitu di kuping gue,,pernah yaa..ada orang nyindir gue depan muka gue persis, dia ngomong apa gitu..intinya dia nyindir gue, tapi tetep aja gue ga ngrasa. Bahkan, gara-gara ngira tuh sindiran adalah bahan candaan, gue ketawa deh..eh, tiba-tiba tu orang ngloyor pergi..
Nah, pas tu orang pergi, temen gue yang jadi saksi dengar dan liyat dalam kejadian itu ngakak kepingkel2..eh, pas gue nanyain dia, gue baru ‘ngeh’ kenapa dia ketawa dan kenapa juga tadi temen gue ada yang pergi dengan muka ditekuk nyampe lutut a.k.a tekuk lutut karena gue..ahahaha :D wkwkwk...

masih ada 1 part lagi di post selanjutnya ...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

(part I) "..itu bukan manipulasi..."


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Sajak ini tak dapat tergambarkan dengan tekanan dan tuntutan dari tuts-tuts keyboardku. Meski mereka sama-sama milikku, kawan. Tapi, entah bagaimana ceritanya hingga ia memiliki langkah nyata dari ragaku. Sementara sajak ini ia tetap saja berada dalam angan-angan yang entah sampai kapan akan bertengger di atas kepalaku ini. Semoga saja ia akan tinggal lebih lama. Karena aku butuh ia. Jangan pernah bertanya kenapa. “Kenapa?” :p Ya..karena aku masih membutuhkanmu agar bisa menginspirasi pipin untuk tetap membuatku, Anye hidup di layar kacamu dalam bentuk coretan dalam blog ini.
Sebenarnya, inspirasi artikel ini berasal dari salah seorang guruku. Beliau adalah guru Bahasa Indonesiaku J namanya Bu ** .. (ehehe..maaf, tidak berani mencantumkan merk :p).. Kalo ga salah beliau masuk ke kelasku hari Selasa tanggal 24 Januari 2012 apa ya kalo ga salah tapi.. hoho Beliau memulai pelajaran dengan salam khasnya..Namun, tak biasanya ia menghentikan kegalauan kami sebagai siswa yang memang waktu itu akan menjalankan ulangan lisan dari mata pelajaran beliau. Percaya atau engga ini udah memasuki ulangan harian yang kedua lho!! :o asal kalian tau aja, guys? Untuk mata pelajaran lain selain ini, belum ada satupun yang mengadakan ulangan harian sekalipun. Sementara dalam mapel Bahasa Indonesia ini, udah mau masuk materi UH 3 ..ckck (salut-salut bu! J) Selain itu, aku juga ngrasa kalo ini mata pelajaran ter-efektif selama semester II ini..semoga aja untuk mata pelajaran yang lain mengikuti yaa..walaupun ulangan diadakan untuk tiap KD (kompetensi dasar), gapapa deh..kalo mudengnya kayak mapel yang satu ini ..sekali lagi thanks bu!! Soalnya jujur aja, dari dulu aku ga terlalu suka..eh maksudnya ga terlalu interest padahal aku sebenernya penasaran untuk mempelajari mapel nasionalis ini :p Gimana engga?? Bukannya umuk juga..tapi aku ngerasa punya sedikit banyak bakat dalam bahasa (baca:apaaja)..hehe
*back to the story*
Sebut saja Ibu X yaa..beliau memulai pelajaran pada hari Selasa, 24 Januari dengan sedikit cerita namun bermakna banyak buat gue pribadi..gimana engga coba, wong ceritanya beliau itu sangat menggambarkan beberapa bagian dari seorang Anye..
yang pertama beliau cerita tentang agama-agama gitu, gue juga agak lupa ceritanya apasebenernya udah tak catet sih..cuman lupa ditaroh di buku mana. Barusan udah gue cari .. tapi ga ketemu ..tapi gue janji besok kalo udah ketemu, gue bakal certain ke temen-temen lagi lewat post2an yang selanjutnya..Gini, cerita Bu X yang paling ngena yaitu cerita yang kedua. Intinya itu tentang pengalaman hidupnya beliau..dari yang beliau menyadari bahwa betapa sakitnya hati seseorang yang tersakiti meski itu hanya dikarenakan segelintir pernyataan yang mungkin dianggep oleh si pelaku adalah hal yang sepele..namun ternyata lebih dari itu semua..terus ada lagi yang intinya kalo misalnya kalian punya temen, khususnya yang pinter atau punya kemampuan lebih dibandingin sama kalian, dan kalian mau belajar ama mereka. Contoh gampangnya, temen yang pinter di kelas..sebut saja Z mau tanya tentang pelajaran (soal) yang dia ga paham2..trus dia tanya ama tu bocah pinter..tapi kadang-kadang kan mereka bilang, “ga tau we” Nah, kalo mereka ngomong gitu, itu bukan berarti mereka pe**t, maksud gue ga sepenuhnya, karena emang ga bisa dipungkirin si..kalo banyak juga yang emang pe**t tanpa embel-embel..
     Nah, relasinya ama gue yaitu di post selanjutnya.. :P

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Minggu, 15 Januari 2012

'valuable' family

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
                Oke..apa kabar kawan-kawan?? Semoga baik-baik saja dan selalu berada dalam naungan Alloh SWT. Amin.
Di sini gw bakal nyeritain tentang family a.k.a keluarga. Tapi, jangan salah, ini bukan masalah sensitif as all of you estimate. So, don’t be underestimate or even overestimate, agree?? :D Sebenernya, awal banget pas mau nulis artikel ini, gw sempet bingung, bahkan meski udah ngetik judul, gw masih bingung mau pake gaya nulis yang mana, yang kea gini atau yang puitis2..namun, hasilnya campur2 gini deh..So, lets go!!?!
Okay…it’s about family. Of course!
OMG!! Actually I wrote this 2 days after mother day. But, unfortunately I couldn’t post it soon. And now, it’s show time,guys?? Well, sebenernya, tulisan ini ga terlalu punya banyak relasi ama mother day..soalnya Anye udah dapet pengalaman ini jauh sebelum mother day, tapi ga juga kalo disebut ga ada relasinya. Ah! Whatever u say.. :p
So, I will not make u confuse again?? Now, I’m not feelin’ well because there’s something ‘stumbled’ in my heart, So that, I write this..
                Semuanya berawal pas gw inget2 temen gw, temen deket gue, namanya Lassa. She’s a girl. Gue juga belum terlalu lama sahabatan ama dia, cuman ga tau aja langsung clop pas crita2 gitu…Singkat cerita kita jadi temenan yang deket deh! Nah, pas lagi keingetan dia + smsan juga ama Lassa, gw langsung sama ayahnya. Well, guys?? Actually I never meet her Father. Of course, because her father is far from her.
Lassa tinggal di sebuah kos2an deket SMA, sementara orang tuanya tinggal di rumah mereka di sebuah desa, ya kira-kira 50km an lah dari SMA. So, I believe that all of you will think deeply of how a father of Lassa could inspired me whereas I never meet him.
Okay..let’s begin! I forget but I remember :p
Waktu itu , harinya diantara hari senin nyampe kamis deh…soalnya gw inget waktu itu kita pake baju OSIS. Kita ketemuan di depan kelas, kebetulan kelas kita jejeran. Wow! That made us so happy. Why?? Because in a long period of time, we didn’t meet, of course we’re so happy. But our plan, that was tell many story from each of us will not completed yet. Because, we met just a moment and we should continue our assignment T.T (sama-sama sibuk)..
Singkat cerita, kita ngomongin nilai-nilai ama remidian yang kebetulan bejibun. Setelah itu, kta ngomongin tentang masa-masa keemasannya pas di SMP dan SD, yaitu ketika dia selalu mendapatkan renking 1 di kelasnya (idem:batin gue). But, unfortunately, in the middle or may be end of the JHS (mandan lupa), she got a bad mark or decrease of score and of course rank. So, pas liburan, kea yang lo2 juga pada alami seandainya nilai turun, pasti dong our mom ngomel-ngomel gaje. Meskipun, gue juga tau kalo tu sebenernya biar mbuat kita doing better in the next. Itupun terjadi ama dia ketika dia udah nyampe rumah. Ibunya Lassa nyuruh dia belajar tiap hari de.el.el.
Karena dia anak yang berbakti banget ama orang tua, so, she did what her mother say. I can’t imagine if you know her. She is a very good person, a kind one, a beautiful one…she is a ‘WOW’ !! :D
Dan setelah dia cerita2 tentang ibunya, sekarang dia cerita tentang bapaknya. Dia bilang kemaren2 abis telpon bapaknya, bilang kalo nilainya Lassa turun banget..dan parahnya dia juga bilang, kalo emang mungkin Lassa kurang berusaha dan membagi waktu dengan baik (duh! Jujur banget ni orang : batin gue lagi). Gue sport jantung aja pas denger dia bilang kea gitu, “pasti bapaknya marah-marah nih!”, rutuk gw dalam ati. Tak disangka-sangka, dia cerita yang sangat berkebalikan sama ibunya.  Kurang lebih dialog singkat ditelpon ama bapaknya gini,
“Bapak..maaf yaa..kali ini Lassa bikin bapak ama ibu kecewa lagi,”
“Kenapa ta nduk???kok ngomongnya gitu?kamu ga salah apa-apa kok..”
“Gini pak..nilai Lassa turun banget, ini aja lagi sibuk-sibuknya remidian..mungkin karena Lassa emang belum berusaha maksimal dan belum bisa bagi waktu..tapi Lassa janji bakal naikin nilai di semester depan. Sekali lagi maaf pak?,”
“O..ngono to nduk?? Ya gapapa..yang penting kamu udah menyadari kesalahan kamu apa. Itu udah cukup buat bapak sama ibu. Jangan sedih nduk, anggap saja ini cobaan untuk anak bapak yang sholehah ini..”
                Bayangin coba..pas denger Lassa nyeritain bapaknya ngendika kaya gitu..hati gw rasanya trenyuh gilaaaaaaa…sekarang gue tau bahwa anak itu pasti sedikit banyak bakal niru orang tua..dan ini buktinya…
Tapi, meski ortu gue ga kaya ortunya Lassa, gue tetep bersyukur kok, karena walau bagaimanapun setiap orang tua punya cara masing-masing untuk mengekspresikan rasa sayangnya terhadap anaknya. And Keep Spirit Lassa! Dan salam buat orang tuamu :D
Bye!
Thanks,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.